BERBURU KULINERAN BRUNEI DARUSSALAM

Kuliner Terkenal di Brunei Darussalam: Harmoni Rasa Melayu, Arab, dan Asia

Meskipun luas wilayahnya HONDA138 tidak besar, Brunei menyimpan kekayaan budaya dan kuliner yang luar biasa. Sebagai negara Islam dengan mayoritas penduduk Melayu, serta pengaruh kuat dari budaya Arab, Tionghoa, dan India, kuliner Brunei menjadi cerminan keragaman yang harmonis.

Kuliner di Brunei sangat dipengaruhi oleh tradisi Melayu Brunei, yang kemudian dipadukan dengan cita rasa Asia Tenggara dan Timur Tengah.

1. Ambuyat – Kuliner Nasional Brunei

Ambuyat adalah hidangan tradisional Brunei yang sangat khas dan dianggap sebagai makanan nasional. Ambuyat terbuat dari tepung sagu (biasanya dari batang pohon rumbia) yang dimasak dengan air panas hingga membentuk adonan kental dan lengket, mirip lem.

Meskipun tampilannya sederhana, cara makan ambuyat sangat unik. Ambuyat tidak dimakan dengan sendok, tetapi menggunakan chandas, semacam sumpit bambu bercabang dua. Ambuyat kemudian dicelupkan ke dalam berbagai jenis saus atau sambal, yang disebut cacah, seperti sambal binjai, sambal belacan, atau saus mangga pedas.

Rasanya netral, namun menyatu dengan bumbu atau sambal yang mendampinginya.

2. Nasi Katok – Hidangan Murah Meriah Favorit Rakyat

 “Katok” berasal dari bahasa Melayu yang berarti “ketuk,” karena dulu penjual nasi katok berjualan dari rumah ke rumah dan pelanggan mengetuk pintunya.

Isi dari nasi katok sangat sederhana:

Nasi putih

Ayam goreng (biasanya dibumbui pedas atau manis)

Sambal khas Brunei yang manis-pedas

Hidangan ini dijual dengan harga sangat terjangkau, sekitar 1 dolar Brunei, dan tersedia di hampir semua warung atau restoran lokal. Karena murah dan mengenyangkan, nasi katok digemari dari kalangan pelajar hingga pekerja kantoran.

Kini, banyak varian nasi katok yang dimodifikasi, seperti:

Nasi Katok Daging (dengan daging sapi)

Nasi Katok Udang

Nasi Katok Telur dan Tempe

3. Hati Buyah – Masakan Jeroan Favorit Masyarakat Lokal

Dagingnya direbus, kemudian digoreng atau ditumis dengan sambal dan bumbu aromatik.

Biasanya disajikan sebagai lauk pendamping nasi putih atau ambuyat.

Hati Buyah sering dijumpai di pasar malam atau warung tradisional, dan menjadi simbol kuliner kampung yang masih dilestarikan.

4. Nasi Lemak Brunei – Sentuhan Lokal pada Hidangan Populer

Meskipun nasi lemak terkenal di Malaysia dan Singapura, Brunei juga memiliki versi sendiri. Nasi lemak Brunei disajikan dengan:

Nasi putih gurih dari santan

Telur rebus atau goreng

Sambal khas Brunei

Ikan bilis (teri goreng)

Timun dan kacang goreng

Daging ayam atau sapi berbumbu

Yang membedakan nasi lemak Brunei adalah sambalnya yang lebih manis dan kaya rempah, serta pilihan lauk yang lebih bervariasi, termasuk hati buyah atau rendang lokal.

5. Ayam Penyet Brunei – Pengaruh Indonesia yang Diadaptasi

Ayam Penyet juga sangat populer di Brunei. Namun, penyajiannya sedikit berbeda dari versi Indonesia. Ayamnya biasanya dimarinasi dengan bumbu lokal Brunei yang lebih manis, dan sambalnya dibuat lebih ringan namun tetap menggigit.

Disajikan bersama nasi, tahu, tempe, sayur rebus, dan kerupuk, Ayam Penyet Brunei menjadi favorit di berbagai restoran keluarga maupun rumah makan modern.

6. Kelupis – Kue Tradisional Brunei

Kelupis adalah makanan ringan tradisional yang terbuat dari beras ketan, dibungkus dengan daun nyirik atau daun pisang, lalu dikukus. Kelupis sering disajikan saat perayaan adat, pesta pernikahan, atau hari besar Islam.

Cita rasanya gurih, dan bisa dinikmati dengan daging rendang, ayam masak merah, atau sambal kelapa.

7.kue sapit , momo , sapit khas

Brunei sangat kaya dengan kue tradisional atau “kuih” yang biasanya dijual di pasar malam atau saat bulan Ramadan. Beberapa yang terkenal antara lain:

Kuih Cincin: Terbuat dari tepung beras dan gula merah, bentuknya seperti cincin, digoreng hingga garing.

Kuih Momo: Kue kering seperti kue salju, dibuat dari tepung dan susu, sering disajikan saat Hari Raya.

Kuih Sapit: Sejenis kue semprong berbentuk segitiga, renyah dan manis.

Kue-kue ini menjadi camilan favorit yang mencerminkan budaya Melayu Brunei yang sederhana namun kaya cita rasa.

8. Soto Brunei – Versi Lokal dari Hidangan Nusantara

Kuahnya bening kekuningan, disajikan dengan bihun atau nasi, ditaburi daun bawang dan bawang goreng.

Topping bisa berupa daging sapi, ayam suwir, telur rebus, dan kadang hati buyah. Cocok dinikmati pagi hari atau saat cuaca dingin.

9. Minuman Khas: Teh Tarik dan Air Bandung

Brunei juga memiliki minuman khas yang digemari banyak orang, antara lain:

* abc serut dengan campuran kacang merah  cincau sirup dan susu kental manis , sangat cocok untuk musim panas .

Rasanya manis dan creamy.

Air Bandung: Minuman berwarna merah muda yang terbuat dari susu kental dan sirup mawar.

ABC (Air Batu Campur): Es serut dengan campuran kacang merah, cincau, sirup, dan susu kental manis. Cocok untuk cuaca panas.

Minuman ini dijual di pasar malam, restoran, hingga kafe modern.

Tempat Berburu Kuliner di Brunei

Brunei tidak memiliki banyak pusat kota besar, namun ada beberapa tempat favorit untuk menjelajah kuliner:

a. Pasar Gadong Night Market

Pasar malam ini adalah surganya makanan lokal murah meriah. Di sini, pengunjung bisa mencoba ambuyat, nasi katok, sate, dan aneka kue tradisional.

b. Bandarku Ceria (Car-Free Day)

Setiap hari Minggu pagi, pusat kota Bandar Seri Begawan ditutup untuk kendaraan. Orang-orang semua  berjualan cita rasa brunei.

c. Restoran Nur Wanita dan Aminah Arif

Dua restoran ini terkenal di kalangan wisatawan untuk mencoba makanan khas seperti ambuyat, nasi lemak, dan ayam masak merah.

Penutup

kuliner brunei darussalam adalah perpaduan cita rasa melayu, rempah nusantara, dan orang dari timur tengah dan asia . Makanan-makanan seperti ambuyat, nasi katok, hati buyah, dan kelupis menjadi ikon budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Meski tidak sepopuler kuliner Thailand atau Malaysia, masakan Brunei memiliki kekhasan tersendiri—rasa yang sederhana, santun, namun menggugah selera.

Dengan stabilitas ekonomi dan budaya yang kuat, Brunei terus mendorong pelestarian warisan kulinernya melalui festival makanan, promosi wisata kuliner, dan edukasi generasi muda. Bagi pencinta makanan yang ingin merasakan pengalaman unik, Brunei adalah destinasi kuliner yang tenang namun kaya rasa.

KEMEWAHAN ICONIC BRUNEI DARUSSALAM

Brunei Darussalam, negara kecil namun kaya yang terletak di utara Pulau Kalimantan, sering dijuluki sebagai “Permata Islam Asia Tenggara.” Meski ukurannya relatif kecil dan tidak sepopuler tetangganya seperti Malaysia atau Indonesia dalam hal pariwisata, Brunei menyimpan beragam pesona wisata yang memukau: mulai dari kemegahan masjid, budaya Melayu-Islam yang kuat, hutan hujan tropis yang masih perawan, hingga kekayaan warisan sejarah kerajaan.

Dengan sistem monarki Islam yang masih sangat kuat, Brunei menawarkan pengalaman wisata yang berbeda—penuh ketenangan, kemewahan, dan kesakralan. Berikut ini adalah HONDA138 tempat-tempat wisata terpopuler di Brunei Darussalam yang wajib dikunjungi.

1. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien

Salah satu landmark paling ikonik di Brunei, masjid ini adalah simbol kemegahan Islam dan kebanggaan rakyat Brunei.

Daya Tarik:

Dikelilingi oleh laguna buatan, masjid ini tampak seolah-olah mengapung di atas air.

Kubah emasnya mencolok, menjulang tinggi dan memantulkan cahaya matahari dengan anggun.

Interiornya dihiasi marmer Italia, karpet mewah dari Arab Saudi, serta lampu gantung dari Inggris.

Informasi:

Terletak di Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei.

Terbuka untuk umum di luar jam salat.

Wisatawan non-Muslim dapat masuk ke dalam (dengan pakaian sopan dan melepas alas kaki).

2. Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah

Masjid terbesar di Brunei ini dibangun untuk menghormati Sultan Brunei ke-29, Sultan Hassanal Bolkiah.

Keunikan:

Memiliki 29 kubah emas dan 4 menara megah setinggi 58 meter.

Arsitekturnya memadukan gaya Islam klasik dan kontemporer.

Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol kekuatan spiritual dan kejayaan Islam di Brunei.

3. Kampong Ayer – “Venesia dari Timur”

Usianya lebih dari 1.000 tahun dan dianggap sebagai jantung budaya Melayu Brunei.

Aktivitas:

Naik perahu tambang untuk menyusuri perkampungan air.

Mengunjungi galeri budaya dan rumah warga.

Melihat rumah-rumah kayu yang berdiri di atas tiang, lengkap dengan listrik, sekolah, hingga masjid.

Tempat ini menawarkan wisata budaya otentik.

4. Royal Regalia Museum

Koleksi:

Mahkota, takhta, kereta kerajaan, dan replika hadiah dari pemimpin dunia.

Galeri yang menjelaskan kehidupan Sultan Brunei sejak masa kecil hingga menjadi penguasa.

Museum ini adalah tempat terbaik untuk memahami sistem monarki Brunei dan warisan kerajaannya. Lokasinya berada di pusat kota Bandar Seri Begawan, dan masuknya gratis.

5. Istana Nurul Iman

Merupakan kediaman resmi Sultan Brunei dan tercatat dalam Guinness World Records sebagai istana terbesar di dunia dalam hal luas lantai.

Fakta Unik:

Memiliki lebih dari 1.700 kamar dan 257 kamar mandi.

Hanya dibuka untuk umum selama Hari Raya Idulfitri, saat ribuan warga dan wisatawan bisa bertemu langsung dengan Sultan.

Meskipun tidak bisa dikunjungi setiap saat, Istana Nurul Iman dapat dilihat dari kejauhan, terutama dari sungai atau jembatan Sungai Kedayan.

6. Taman Rekreasi Tasek Lama

Destinasi ini adalah tempat favorit warga lokal untuk olahraga dan relaksasi.

Aktivitas:

Trek jogging yang sejuk di bawah rindangnya hutan tropis.

Air terjun kecil yang bisa dinikmati dari dekat.

Taman bermain anak, menara pandang, dan tempat piknik.

Tasek Lama menunjukkan bahwa keindahan alam dan hutan masih sangat dekat dengan pusat kota Brunei.

7. Ulu Temburong National Park – “Amazon-nya Brunei”

Keunikan:

Hanya bisa diakses dengan kombinasi speedboat dan longboat.

Habitat bagi banyak flora dan fauna langka.

Taman ini mencerminkan komitmen Brunei dalam melestarikan lingkungan dan mempromosikan pariwisata berkelanjutan.

8. Pantai Muara

Daya Tarik:

Area piknik, tempat bermain anak, dan jalur sepeda.

Cocok untuk berenang, menikmati matahari terbenam, atau bersantai dengan keluarga.

Pantai ini ramai pada akhir pekan dan hari libur, menjadi tempat favorit warga lokal.

9. Jerudong Park Playground

Ini adalah taman hiburan terbesar di Brunei dan salah satu yang termewah di Asia Tenggara pada masa awal pembukaannya.

Wahana:

Roller coaster, bumper car, bianglala, dan permainan air.

Area taman, kafe, serta pertunjukan musik.

Meskipun kini tidak semewah dulu, Jerudong Park masih menjadi tempat liburan keluarga yang menyenangkan.

10. Tamu Kianggeh (Pasar Tradisional Brunei)

Pasar ini adalah pusat kegiatan ekonomi tradisional dan tempat ideal untuk merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Brunei.

Yang Bisa Dijumpai:

Aneka sayur, buah lokal, ikan sungai, hingga rempah-rempah.

Kuliner khas seperti ambuyat, kelupis, dan kuih tradisional.

Suasana lokal yang ramah dan penuh warna.

Pasar ini cocok bagi wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh sambil bersosialisasi dengan penduduk lokal.

11. Malay Technology Museum

Museum ini memperkenalkan teknologi dan cara hidup masyarakat Melayu tradisional, termasuk masyarakat air, masyarakat pedalaman, dan budaya kerajinan tangan.

Sorotan:

Rumah adat dari Kampong Ayer dalam ukuran asli.

Peralatan pembuatan perahu, menenun kain, dan memasak tradisional.

Museum ini cocok untuk pelajar dan wisatawan budaya yang ingin memahami kehidupan masyarakat Brunei masa lalu.

12. Eco Ponies Garden (Wasai Bedanu)

Sebuah komunitas agrowisata yang menawarkan pengalaman hidup berkelanjutan di pedesaan.

Aktivitas:

Menginap di pondok bambu.

Belajar membuat sabun alami, menanam sayuran, dan memasak makanan organik.

Trekking ke air terjun Wasai Bedanu yang tersembunyi.

Tempat ini populer di kalangan pelancong muda dan keluarga yang ingin merasakan hidup selaras dengan alam.

Penutup

Brunei Darussalam menawarkan destinasi wisata yang tenang, spiritual, dan alami. Tanpa hiruk pikuk pariwisata massal, Brunei adalah tempat ideal untuk wisatawan yang mencari kedamaian, refleksi diri, dan keindahan yang otentik.

Bagi siapa saja yang ingin menikmati harmoni antara kemajuan dan spiritualitas, antara budaya dan alam, Brunei Darussalam adalah destinasi yang wajib dikunjungi.

HIDANGAN SAAT DI ARAB SAUDI

Arab Saudi dikenal luas sebagai negeri gurun yang kaya akan budaya, sejarah Islam, dan minyak bumi. Namun, selain aspek religius dan ekonominya, negara ini juga memiliki kekayaan kuliner yang khas, lezat, dan penuh nilai tradisi. Makanan di Arab Saudi mencerminkan perpaduan budaya Arab, Persia, India, bahkan Afrika, yang berkembang seiring hubungan dagang dan sejarah migrasi. Artikel ini akan membahas berbagai aspek menarik seputar makanan khas Arab Saudi, mulai dari hidangan tradisional, gaya makan, hingga perkembangan kuliner modern.


Sejarah dan Budaya Kuliner Arab Saudi

Masakan Arab Saudi merupakan bagian dari kuliner Timur Tengah yang lebih luas, namun memiliki kekhasan tersendiri. Mengingat sebagian besar wilayah negara ini adalah gurun, bahan-bahan makanan tradisional yang digunakan mencerminkan keterbatasan geografis dan iklim: gandum, kurma, susu, daging kambing, dan ayam menjadi bahan utama.

Masyarakat Saudi memiliki tradisi makan bersama yang sangat kuat. Makanan biasanya disajikan dalam nampan besar (disebut siniyah) dan dinikmati bersama-sama sambil duduk di atas lantai berkarpet. Ini bukan hanya soal makan, melainkan juga simbol dari kebersamaan dan keramahan. Menyambut HONDA138 tamu dengan hidangan lezat adalah bagian penting dari budaya Arab Saudi.


Hidangan Utama Khas Arab Saudi

Berikut ini adalah beberapa makanan utama khas Arab Saudi yang paling populer dan sering disajikan dalam berbagai acara:

1. Kabsa

Makanan Terbuat dari nasi berbumbu yang dimasak bersama daging ayam, kambing, atau sapi, kabsa biasanya diberi rempah seperti kapulaga, cengkeh, kayu manis, jintan, dan daun salam. Warnanya kuning kemerahan karena ditambah tomat dan kunyit. Kabsa sering disajikan dalam acara keluarga besar, pernikahan, atau pertemuan resmi.

2. Mandi

Mandi mirip dengan kabsa, tetapi cara memasaknya berbeda. Daging dimasak secara tradisional dalam oven tanah liat (tandoor), sehingga teksturnya sangat empuk dan rasanya kaya. Beras dimasak bersama kaldu daging dan rempah-rempah seperti saffron dan kayu manis. Hidangan ini banyak ditemukan di wilayah selatan Saudi, seperti Najran dan Asir.

3. Jareesh

Jareesh adalah bubur kasar yang terbuat dari gandum tumbuk, dimasak bersama daging dan rempah. Teksturnya mirip bubur beras tetapi lebih kental dan gurih. Makanan ini sering disajikan di rumah-rumah tradisional, terutama di wilayah Najd (tengah Arab Saudi).

4. Mutabbaq

Mutabbaq merupakan jenis panekuk yang diisi daging cincang, telur, dan bawang, lalu digoreng hingga garing. Ini adalah hasil pengaruh budaya Yaman dan India. Mutabbaq sangat populer sebagai makanan jalanan dan juga sering dinikmati saat malam hari.

5. Thareed

Ini adalah salah satu makanan favorit Nabi Muhammad dan sangat sering disajikan selama bulan Ramadan.


Makanan Penutup dan Camilan

Makanan manis juga memegang peranan penting dalam budaya Saudi. Kurma, madu, dan kacang-kacangan adalah bahan utama dalam banyak makanan penutup.

1. Maamoul

Kue kering berisi kurma atau kacang ini sangat populer saat Idul Fitri dan Idul Adha. Adonan terbuat dari semolina dan mentega, dibentuk dengan cetakan kayu khusus.

2. Luqaimat

Luqaimat adalah bola-bola kecil dari adonan tepung yang digoreng dan disiram sirup manis atau madu.Luqaimat biasanya disajikan saat berbuka puasa.

3. Basbousa

Kue semolina ini berasal dari Mesir namun sangat populer di Saudi. Rasanya manis dan lembut, sering diberi sirup gula dan kacang almond di atasnya.


Minuman Tradisional

1. Qahwa Arabiyah (Kopi Arab)

Qahwa Arabiyah disajikan tanpa gula, tetapi ditambahkan kapulaga, saffron, dan kadang cengkeh. Ritual minum kopi menjadi simbol kehormatan dan keramahan dalam budaya Saudi.

2. Teh dengan Mint

Minumana daun  mint di campur rempa-rempah .sangat gampang di dapat kan di arab Saudi.

3. Sobia

Minuman sobia minuman dingin sangat manis terbuat dari roti, susu, stroberi atau coklat. Sangat populer selama Ramadan.


Makanan Jalanan dan Kuliner Modern

Dengan pertumbuhan kota dan peningkatan jumlah ekspatriat, Arab Saudi kini mengalami lonjakan tren kuliner modern. Kota seperti Riyadh dan Jeddah dipenuhi restoran dan food truck yang menawarkan makanan lokal dan internasional.

1. Shawarma dan Falafel

Shawarma (daging ayam atau sapi yang dipanggang secara vertikal lalu disajikan dalam roti pita) dan falafel (bola goreng dari kacang arab) adalah makanan cepat saji yang digemari semua kalangan, terutama anak muda.

2. Burger Saudi

Burger gaya lokal dengan bumbu khas Arab, seperti saus tahini, hummus, atau tambahan kurma karamel, mulai bermunculan di kota-kota besar.

3. Restoran Internasional

Kehadiran restoran cepat saji global seperti McDonald’s, KFC, dan Starbucks sangat mencolok, namun banyak juga yang menawarkan versi halal dengan bumbu lokal.


Ramadan dan Makanan Spesial

Ramadan adalah bulan suci yang sangat spesial dalam budaya Islam, dan ini juga tercermin dalam pola makan. Iftar (buka puasa) biasanya dimulai dengan kurma dan air, lalu dilanjutkan dengan sup, roti, dan nasi. Makanan seperti sambosa (samosa ala Arab) dan luqaimat menjadi menu favorit. Suasana Ramadan di Arab Saudi sangat meriah, terutama menjelang malam.


Kesimpulan

Kuliner Arab Saudi adalah perpaduan antara kesederhanaan gurun dan kekayaan rempah dari jalur perdagangan kuno. Dari nasi kabsa yang menggugah selera, kopi Arab yang khas, hingga makanan penutup manis seperti maamoul, kuliner Saudi menawarkan pengalaman rasa yang kaya dan penuh makna budaya.

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi transformasi besar dalam dunia kuliner di Saudi, dipengaruhi oleh globalisasi, pariwisata, dan perubahan sosial. Meski demikian, masyarakat Arab Saudi tetap memegang teguh identitas dan kebanggaan terhadap makanan tradisional mereka. Maka dari itu, menjelajahi kuliner Arab Saudi bukan hanya soal rasa, tetapi juga memahami sejarah dan jiwa bangsa yang penuh nilai.

7 WISATA DI ARAB SAUDI

Arab Saudi selama ini dikenal dunia sebagai negara yang menjadi pusat spiritual umat Islam, rumah bagi dua kota suci—Makkah dan Madinah. Dengan dibukanya pariwisata internasional melalui program Saudi Vision 2030, negara ini semakin gencar mempromosikan berbagai destinasi wisata kelas dunia yang sebelumnya belum banyak diketahui masyarakat global.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beragam destinasi wisata di Arab Saudi, mulai dari wisata religi, petualangan gurun, pantai eksotis, hingga peninggalan arkeologi yang spektakuler.


1. Wisata Religi: Makkah dan Madinah

Bagi umat Islam, Makkah dan Madinah bukan sekadar tempat wisata, tetapi destinasi spiritual utama. Setiap tahun, jutaan orang datang untuk menunaikan ibadah haji dan umrah.

  • Makkah adalah tempat berdirinya Masjidil Haram, dengan Ka’bah sebagai pusatnya. Kota ini hanya bisa dikunjungi oleh umat Muslim.

Kedua kota ini kini dilengkapi HONDA138 dengan infrastruktur modern, hotel-hotel berbintang, serta sistem transportasi yang sangat mendukung kebutuhan para jamaah dan wisatawan religi.


2. Riyadh: Perpaduan Tradisi dan Modernitas

Sebagai ibu kota Arab Saudi, Riyadh menawarkan pengalaman wisata urban yang kaya akan budaya lokal dan kemajuan modern.

Beberapa destinasi menarik di Riyadh:

  • National Museum of Saudi Arabia, tempat terbaik untuk memahami sejarah, budaya, dan warisan Islam.
  • Kingdom Centre Tower, ikon modern dengan sky bridge yang menawarkan pemandangan kota dari ketinggian.

4. Jeddah: Kota Tepi Laut yang Kaya Budaya

Jeddah, kota pelabuhan di Laut Merah, terkenal sebagai pintu gerbang menuju Makkah dan juga kota yang sangat kosmopolitan.

Destinasi unggulan di Jeddah:

  • Al-Balad  Daerah ini telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
  • Tayebat, memperlihatkan kehidupan tradisional Hijaz dan sejarah Islam.

Jeddah juga menjadi pusat seni kontemporer dan dikenal karena keterbukaannya terhadap pengaruh budaya internasional.


5. Pantai dan Laut Merah: Surga Bawah Laut yang Tersembunyi

Laut Merah yang menghampar di barat Arab Saudi menyimpan kekayaan ekosistem laut yang luar biasa. Tempat ini kini menjadi primadona baru dalam wisata bahari dunia.

Beberapa destinasi pantai dan laut menarik:

  • Neom dan The Red Sea Project: Proyek futuristik yang menggabungkan pariwisata berkelanjutan dan teknologi tinggi di pantai Laut Merah.
  • Farasan Islands, kepulauan tropis yang belum banyak dijamah, cocok untuk snorkeling, diving, dan bird watching.
  • Yanbu, kota pelabuhan dengan taman laut dan terumbu karang yang masih alami.

Aktivitas seperti diving, selam skuba, dan menikmati sunset di tepi laut menjadikan wilayah ini sebagai destinasi favorit pencinta alam dan petualang.


6. Wisata Alam dan Petualangan

Gurun dan pegunungan di Arab Saudi menyimpan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencintai alam dan tantangan.

  • Rub’ al Khali (Empty Quarter) adalah padang pasir terluas di dunia. Mengendarai 4×4 atau sandboarding di bukit pasir menjadi aktivitas favorit.
  • Asir Region, dengan pegunungan hijau dan suhu yang lebih sejuk, menawarkan pengalaman unik. Kota seperti Abha terkenal dengan budaya khas Asir, rumah warna-warni, dan Taman Nasional Asir.
  • Edge of the World (Jebel Fihrayn), tebing curam yang menghadap ke gurun luas, merupakan destinasi hiking dan fotografi alam yang populer di kalangan wisatawan lokal dan internasional.

7. Festival dan Budaya

Arab Saudi semakin aktif menggelar acara berskala besar untuk menarik wisatawan. Beberapa festival utama:

  • Riyadh Season: Festival seni dan hiburan tahunan terbesar di Timur Tengah.

Wisatawan dapat menikmati pertunjukan tari tradisional, mencoba pakaian khas Arab, mencicipi kuliner lokal, hingga berbelanja kerajinan tangan asli.


Penutup

Melalui kebijakan terbuka dan investasi besar-besaran di sektor pariwisata, negara ini berhasil mentransformasikan dirinya dari destinasi religius menjadi tujuan wisata global yang patut diperhitungkan.

Bagi para pelancong yang ingin merasakan kombinasi antara petualangan gurun, keindahan bawah laut, hingga ziarah spiritual, Arab Saudi adalah jawaban yang sempurna.

TEMPAT WISATA DI YORDANIA

Menjelajahi Wisata Yordania: Permata Timur Tengah yang Menakjubkan

Yordania merupakan  negara yang selalu kali terlewat dari  wisatawan manca dunia. Namun bagi mereka yang pernah menginjakkan kaki di negara ini, Yordania menyimpan kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang luar biasa. Dari kota batu kuno Petra hingga gurun dramatis Wadi Rum, dari Laut Mati yang legendaris hingga kota-kota bersejarah seperti Amman dan Jerash, Yordania adalah destinasi wisata yang mampu memukau hati siapa pun yang mencintai petualangan, sejarah, dan keindahan alam.

1. Petra: Kota Batu Nabatean yang Megah

Petra adalah ikon utama pariwisata Yordania dan termasuk dalam daftar Tujuh Keajaiban Dunia Baru. Kota kuno ini dibangun oleh bangsa Nabatean sekitar abad ke-3 SM dan dikenal karena arsitektur menakjubkannya HONDA138 yang dipahat langsung dari tebing batu pasir berwarna merah muda.

Pengunjung Petra akan meIewati ceIah sempit bernama Siq sebelum tiba di monumen paling terkenal: Al-Khazneh atau “The Treasury,” yang fasadnya begitu indah dan memesona. Selain itu, kompleks ini memiliki ratusan makam batu, kuil, teater Romawi, dan jalur pendakian ke Biara (The Monastery) yang menawarkan panorama menakjubkan dari atas bukit.

2. Wadi Rum: Gurun Mars di Bumi

Dijuluki “Lembah Bulan,” Wa`adi Rum adaIah hamparan gurun pasir Iuas yang dipenuhi formasi batu pasir raksasa, ngarai, dan dataran yang menyerupai Ianskap pIanet Mars. Tidak heran tempat ini sering dijadikan lokasi syuting film-film fiksi iImiah seperti The Martian dan Dune.

Wisatawan bisa menikmati Wadi Rum melalui berbagai cara: naik jip 4×4, menunggang unta, atau bermalam di tenda Bedouin sambil menyaksikan langit malam yang dipenuhi bintang. Pengalaman ini bukan sekadar perjalanan, tapi sebuah petualangan spiritual yang menghubungkan pengunjung dengan keheningan dan keagungan alam semesta.

3. Laut Mati: Fenomena Alam yang Unik

Laut Mati adalah tempat terendah di permukaan bumi, terletak sekitar 430 meter di bawah permukaan Iaut. Danau asin ini terkenaI karena kadar gaaramnya yang sangat tinggi, membuat siapa pun bisa mengapung dengan mudah di permukaannya.

Selain keunikan mengapung, kawasan Laut Mati juga terkenal karena lumpur mineralnya yang kaya manfaat untuk kesehatan kulit. Banyak resor di sekitar Laut Mati menawarkan pengalaman spa alami, lengkap dengan pemandangan dramatis pegunungan di seberangnya.

4. Amman: Perpaduan Modernitas dan Sejarah

Sebagai ibu kota Yordania, Amman menawarkan kombinasi menarik antara budaya modern dan peninggalan kuno.

Di sisi lain, kawasan Rainbow Street menjadi pusat gaya hidup modern dengan deretan kafe, galeri seni, dan toko suvenir. Amman juga merupakan tempat ideal untuk mencicipi kuliner khas Yordania seperti mansaf, falafel, dan hummus.

5. Jerash: Kota Romawi yang Terlupakan

Jika Anda menyukai sejarah Romawi, maka Jerash adalah destinasi wajib. Kota ini dijuluki sebagai salah satu kota Romawi yang paling terawat di luar Italia. Kompleks ini mencakup jalan batu berkolom, amfiteater, kuil-kuil megah, dan reruntuhan gerbang kota yang masih berdiri kokoh hingga kini.

Festival budaya Jerash yang diadakan setiap tahun juga menghadirkan pertunjukan seni dan musik yang mempertemukan masa lalu dan masa kini dalam suasana meriah dan penuh semangat.

6. Aqaba: Wisata Bahari di Laut Merah

Kota ini menjadi surga bagi pecinta snorkeling dan menyelam karena terumbu karang di Laut Merah yang penuh warna dan keanekaragaman hayati.

Aqaba juga menawarkan pantai yang tenang dan berbagai aktivitas seperti berlayar, banana boat, hingga menyelam di reruntuhan kapal yang tenggelam. 

7. Dana Biosphere Reserve: Surga Ekowisata

Bagi pencinta alam, Cagar Biosfer Dana merupakan tempat terbaik untuk menjelajahi keanekaragaman ekosistem Yordania. Terletak di dataran tinggi tengah, kawasan ini mencakup gurun, hutan, dan lembah yang dihuni oleh berbagai spesies flora dan fauna langka.

Tersedia jalur pendakian dengan berbagai tingkat kesulitan, dan pengunjung dapat menginap di eco-lodge sambil menikmati keheningan dan keindahan alam liar. Dana menawarkan sensasi kedekatan dengan alam yang tak bisa ditemukan di tempat lain.

8. Madaba dan Gunung Nebo: Jejak Ziarah dan Mosaik

Madaba dikenal sebagai “Kota Mosaik” karena banyaknya lantai gereja dan bangunan kuno yang dihiasi oleh mozaik indah, termasuk peta mozaik tertua di dunia yang menggambarkan Tanah Suci.

Tak jauh dari Madaba, terdapat Gunung Ne bo — tempat yang dipercayai sebagai Iokasi Nabi Musa A.S meIihat Tanah Perjanjian. Dari puncak gunung ini, wisatawan dapat menikmati pemandangan spektakuler ke arah Laut Mati dan lembah Yordania.

9. Kerak dan Shobak: Kastil Perang Salib

Bangunan ini dulunya merupakan benteng pertahanan dan kini menjadi situs wisata sejarah yang menarik untuk dijelajahi.

Dari puncak kastil, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan gurun yang luas serta menyusuri lorong-lorong batu yang membawa imajinasi kembali ke abad pertengahan.

Pengalaman Budaya: Hidup bersama Bedouin

Selain keindahan alam dan situs bersejarah, kekayaan budaya Yordania adalah daya tarik utama. Banyak wisatawan memilih untuk tinggal bersama komunitas Bedouin selama beberapa hari untuk belajar langsung tentang kehidupan tradisional, musik, makanan, serta filosofi hidup mereka yang sederhana namun penuh makna.

Wisata budaya ini membuka perspektif baru tentang pentingnya kesederhanaan, keramahan, dan hubungan manusia dengan alam.

Kesimpulan: Yordania, Permata Tersembunyi yang Layak Dijelajahi

Yordania bukan hanya tempat untuk melihat keindahan alam atau mengagumi reruntuhan sejarah. Negara ini adalah kisah yang hidup — tentang manusia, alam, dan peradaban yang saling terkait dalam harmoni yang langka. Dari Petra yang legendaris hingga Wadi Rum yang memukau, dari Laut Mati yang tenang hingga keramahan warga lokal, setiap sudut Yordania menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.

Bagi wisatawan yang mencari lebih dari sekadar liburan, Yordania menghadirkan perjalanan batin yang menyentuh hati dan mengubah cara pandang terhadap dunia.

YORDANIA DENGAN SEJARAH

Yordania: negara aman dan damai di timur tengah

Secara resmi bernama Kerajaan Hasyimiyah Yordania (The Hashemite Kingdom of Jordan), Yordania merupakan sebuah negara Timur Tengah yang terletak di antara berbagai kawasan konflik. Namun, berbeda dari negara tetangganya, Yordania justru dikenal sebagai wilayah yang stabil, aman, dan bersahabat bagi wisatawan maupun pengungsi. Negara ini menyimpan kekayaan sejarah, budaya, serta keindahan alam yang menjadikannya unik dan menarik di mata dunia.

Letak Geografis dan Kondisi Alam

Negara ini memiliki luas wilayah sekitar 89.000 kilometer persegi dengan topografi yang bervariasi HONDA138, mulai dari dataran tinggi di Amman, padang pasir di Wadi Rum, hingga perairan rendah di Laut Mati.

Salah satu titik geografis paling terkenal di Yordania adalah Laut Mati, yang merupakan titik terendah di permukaan bumi, sekitar 430 meter di bawah permukaan laut. Airnya yang sangat asin membuat siapa pun bisa terapung dengan mudah. Selain Laut Mati, Wadi Rum juga menjadi ikon alam yang menakjubkan, berupa gurun batu pasir merah yang dramatis dan sering disebut sebagai “Lembah Bulan”.

Sejarah Panjang dan Warisan Peradaban

Yordania memiliki sejarah yang sangat panjang. Wilayah ini telah dihuni manusia sejak zaman prasejarah dan menjadi bagian dari berbagai peradaban besar seperti Nabatean, Romawi, Bizantium, dan Kekhalifahan Islam.

Salah satu peninggalan sejarah paling luar biasa di Yordania adalah Petra, sebuah kota batu kuno yang menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Baru. Sekitar tahun 300 SM, bangsa Nabatean membangun kota Petra yang terkenal karena struktur bangunannya yang diukir langsung dari batu pasir merah muda di tebing-tebingnya.

Yordania juga memainkan peran penting dalam sejarah Islam. Beberapa sahabat Nabi Muhammad dimakamkan di sini, termasuk Abu Ubaidah dan Mu’adh bin Jabal.

Sistem Pemerintahan dan Kepemimpinan

Yordania merupakan sebuah kerajaan konstitusional yang dipimpin oleh keluarga Hasyimiyah. Raja saat ini adalah Abdullah II bin Al-Hussein, yang naik takhta pada tahun 1999 menggantikan ayahnya, Raja Hussein. Keluarga kerajaan ini mengklaim garis keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW, yang membuat mereka sangat dihormati oleh masyarakat.

Meskipun merupakan kerajaan, Yordania memiliki sistem parlemen dan konstitusi. Pemerintahannya tergolong moderat dan pro-Barat dibandingkan banyak negara Arab lainnya, menjadikan Yordania mitra penting dalam diplomasi internasional.

Budaya dan Kehidupan Sosial

Masyarakat Yordania terkenal sangat ramah, sopan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keluarga. Mayoritas penduduknya beragama Islam Sunni, meskipun ada juga minoritas Kristen yang hidup berdampingan secara damai.

Budaya Bedouin (Badui). Mereka dikenal dengan gaya hidup nomaden, tenda-tenda khas, dan tradisi menyambut tamu dengan kopi Arab pahit yang disajikan dalam cangkir kecil.

Alat musik seperti oud, rebab, dan tabla sering digunakan dalam acara pernikahan dan perayaan.

Kuliner Khas Yordania

Yordania memiliki kuliner khas Timur Tengah yang menggugah selera. Makanan nasionalnya adalah Mansaf, yaitu nasi yang disajikan dengan daging domba dan saus yogurt kering bernama jameed. Hidangan ini biasanya disajikan dalam acara besar dan perayaan keluarga.

Selain mansaf, hidangan lain yang populer antara lain:

  • Maqluba: nasi, ayam atau daging, dan sayuran yang dimasak dalam satu panci, lalu dibalik saat disajikan.
  • Falafel dan hummus: makanan vegetarian dari kacang-kacangan.
  • Knafeh: dessert manis berbahan dasar keju, semolina, dan sirup gula.

Pendidikan dan Kemajuan Teknologi

Yordania sangat serius dalam bidang pendidikan. Tingkat literasi penduduknya tinggi, dan banyak universitas ternama seperti University of Jordan dan Jordan University of Science and Technology.

Karena tidak memiliki sumber daya alam melimpah seperti minyak, Yordania fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan sektor teknologi informasi. Banyak perusahaan startup teknologi bermunculan di Amman, dan negara ini mulai menjadi pusat pengembangan IT di Timur Tengah.

Pariwisata Yordania

Pariwisata adalah salah satu sektor penting dalam perekonomian Yordania. Selain Petra dan Wadi Rum, ada banyak destinasi wisata lain yang menarik:

  • Jerash: kota peninggalan Romawi yang masih menyimpan teater, kolom-kolom, dan jalan berbatu asli.
  • Dana Biosphere Reserve: kawasan konservasi alam yang cocok untuk hiking dan ekowisata.
  • Aqaba: kota peIabuhan di Laut Merah, ideaI untuk diving & snorkeIing.

Yordania dikenal sebagai negara yang aman dan ramah wisatawan, bahkan meski berada di wilayah yang rawan konflik.

Ekonomi dan Tantangan Sosial

Ekonomi Yordania tergolong menengah, dengan sektor jasa, pariwisata, dan remitansi sebagai tulang punggungnya. Negara ini sangat bergantung pada bantuan luar negeri, terutama dari AS dan negara Teluk.

Yordania juga melewati tantangan uang cukup besar berupa keterbatasan sumber daya alam & air. SeIain itu, negara ini membantu jutaan pengungsi dari Suriaah, Irak, dan Palestina, yang menekan sistem sosiaI dan ekonomi.

Namun di balik itu semua, ketahanan sosial dan kebijakan pemerintah yang stabil membuat Yordania tetap berdiri kokoh sebagai negara moderat di Timur Tengah.

Kesimpulan

Yordania adalah negara kecil yang menyimpan pesona besar. Dari keajaiban arkeologi seperti Petra hingga kehangatan masyarakatnya yang menjunjung tinggi nilai tradisi, Yordania menawarkan perpaduan antara masa lalu yang agung dan masa depan yang penuh harapan.

Bagi siapa pun yang ingin mengenal dunia Arab yang damai, terbuka, dan penuh nilai budaya, Yordania adalah tempat yang layak dikunjungi dan dihargai.

BUDAYA,KESENIAN dan FESTIVAL FILIPINA

Filipina, negara kepulauan yang terletak di Asia Tenggara, tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya yang luar biasa, tetapi juga karena kebudayaannya yang kaya, kompleks, dan unik. Letaknya yang strategis serta sejarah panjang kolonialisasi menjadikan kebudayaan Filipina sebagai hasil dari percampuran antara tradisi asli Asia, pengaruh Spanyol dan Amerika, serta pengaruh Arab dan Tiongkok. Dari bahasa, kesenian, adat istiadat, hingga kuliner, kebudayaan Filipina adalah cermin dari keragaman yang harmonis.

Akar Budaya: Tradisi Pribumi

Sebelum kedatangan bangsa asing, masyarakat Filipina telah memiliki sistem budaya tersendiri yang berbasis komunitas adat. Suku-suku asli seperti Ifugao, Kalinga, Lumad, dan Igorot memiliki HONDA138 cara hidup, hukum adat, dan sistem kepercayaan yang dijalankan secara turun-temurun.

Misalnya, suku Ifugao di daerah pegunungan utara Luzon dikenal dengan sistem pertanian sawah bertingkat di Banaue Rice Terraces, yang dianggap sebagai keajaiban dunia. Mereka juga memiliki sistem penanggalan, seni ukir kayu, serta upacara adat yang sakral.

Hingga kini, budaya-budaya tradisional ini masih hidup, meskipun mengalami penyesuaian dengan zaman modern. Pemerintah Filipina berupaya menjaga kelestarian budaya etnis melalui program pendidikan dan festival kebudayaan.

Pengaruh Kolonial: Spanyol dan Amerika

Filipina dijajah oleh Spanyol selama lebih dari 300 tahun (1565–1898), dan oleh Amerika Serikat setelah itu hingga tahun 1946. Akibatnya, pengaruh dua bangsa ini sangat kuat dalam berbagai aspek kehidupan.

1. Bahasa

Bahasa Filipina, yang berasal dari Tagalog, adaIah bahasa nasionaI. Namun, kata-kata serapan dari bahasa Spanyol dan Inggris sangat banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Bahkan, bahasa Inggris menjadi bahasa resmi kedua dan digunakan dalam pendidikan, hukum, dan bisnis.

Contoh kata dari Spanyol: mesa (meja), silla (kursi), ventana (jendela), dan iglesia (gereja).
Dari Inggris: school, government, election, dan lainnya.

2. Agama

Sekitar 90% penduduk FiIipina menganut KatoIik Roma, menjadikannya negara mayoritas Katolik terbesar di Asia. Gereja dan perayaan keagamaan menjadi bagian penting daIam kehidupan masyarakat. Pengaruh ini beraasal dari Spanyol yang membawa agama Kristen ke wiIayah Asia Tenggara.

Keluarga dan Kehidupan Sosial

Dalam masyarakat Filipina, keluarga merupakan inti dari kehidupan sosial. Hubungan antaranggota keluarga sangat erat, bahkan sampai tiga generasi bisa tinggal dalam satu rumah. Anak-anak diajarkan untuk menghormati orang tua dan kakek-nenek, serta selalu mendahulukan keluarga di atas segalanya.

Konsep “utang na loob” (utang budi) menjadi dasar hubungan sosial dan kekerabatan. Artinya, seseorang akan merasa wajib membalas bantuan atau kebaikan yang diberikan kepadanya.

Selain itu, masyarakat Filipina terkenal ramah, mudah bergaul, dan suka berkumpul. Mereka menyukai kegiatan sosial seperti fiesta, pesta keluarga, dan gotong royong di lingkungan.

Kesenian dan Musik

1. Musik Tradisional dan Modern

Musik tradisional Filipina menggunakan alat musik seperti kulintang (gamelan kecil), gong, gendang, dan alat musik bambu. Lagu-lagu seperti kundiman (lagu cinta melankolis) dan harana (serenada yang dibawakan untuk memikat hati wanita) adalah bagian dari warisan seni musik Filipina.

Di sisi lain, musik modern juga berkembang pesat. Filipina dikenal sebagai negara dengan industri musik pop yang kuat, dengan banyak penyanyi yang sukses di kancah internasional seperti Lea Salonga, Sarah Geronimo, dan Morissette Amon.

2. Tarian Tradisional

Tarian Filipina mencerminkan budaya yang penuh warna. Tarian tinikling, misalnya, adalah tarian tradisional yang menggunakan dua batang bambu yang digerakkan secara ritmis. Tarian ini menggambarkan kelincahan dan keharmonisan.

Ada juga tarian seperti singkil dari suku Maranao, yang menggambarkan cerita epik dengan gerakan anggun dan kostum mewah.

Seni Rupa dan Arsitektur

Pengaruh Spanyol sangat tampak dalam arsitektur gereja dan bangunan tua di kota-kota seperti Vigan dan Intramuros (Manila). Di sisi lain, masyarakat pribumi juga menghasilkan karya seni seperti anyaman, ukiran kayu, keramik, dan tenun tangan yang digunakan dalam upacara adat dan kehidupan sehari-hari.

Seni lukis dan seni rupa modern juga berkembang. Seniman seperti Fernando Amorsolo dikenal karena lukisan-lukisan yang menggambarkan kehidupan pedesaan Filipina dengan pencahayaan khasnya.

Kuliner Filipina

Masakan Filipina mencerminkan perpaduan rasa dari berbagai pengaruh budaya: Melayu, Cina, Spanyol, dan Amerika. Ciri khasnya adalah penggunaan bahan lokal, rasa manis, asam, dan gurih yang seimbang.

Beberapa makanan populer antara lain:

  • Sinigang: sup asam dengan sayur dan daging/udang.
  • Lechon: babi panggang utuh, biasanya disajikan saat perayaan besar.
  • Halo-halo: dessert dingin dengan campuran es serut, susu, kacang, buah, dan manisan.

Kuliner bukan hanya soal makan, tapi juga bagian dari tradisi sosial dan keluarga. Setiap perayaan, dari ulang tahun hingga festival, selalu melibatkan makanan dalam jumlah besar.

Festival dan Perayaan

Filipina dikenaI sebagai saIah satu negara dengan festival terbanyak di duniaa. Hampir setiap kota dan provinsi memiliki perayaannya sendiri, yang disebut “fiesta”.

Beberapa festival terkenal:

  • Sinulog Festival (Cebu) 
  • Ati-Atihan (Kalibo) 
  • Pahiyas Festival (Lucban) 

Kebudayaan Pop dan Modernisasi

Meskipun akar tradisional masih kuat, kebudayaan Filipina juga sangat modern dan adaptif. Banyak anak muda menggemari K-pop, anime Jepang, dan budaya digital. Namun, mereka tetap menjaga tradisi lokal melalui komunitas kreatif, konten media sosial, dan seni urban.

Media Filipina juga berkembang dengan cepat. Drama TV, film, dan konten YouTube atau TikTok dari Filipina mulai dikenal di tingkat regional. Masyarakatnya kreatif, ekspresif, dan cepat beradaptasi terhadap perubahan global.

Kebudayaan Filipina adalah cermin dari perjalanan panjang sejarah, pencampuran berbagai pengaruh asing, dan kekayaan tradisi lokal yang tetap hidup di tengah modernitas. Di tengah perubahan zaman, masyarakat Filipina terus berusaha menjaga akar budayanya, sambil tetap terbuka terhadap dunia. Dalam senyum mereka, dalam lagu mereka, dan dalam cara mereka hidup — kebudayaan Filipina terus berdenyut, penuh warna, dan tidak pernah kehilangan jiwanya.

WISATA FILIPINA

Filipina, sebuah negara kepulauan di Asia Tenggara, menyimpan sejuta pesona yang memikat hati para wisatawan dari seluruh dunia. Terkenal dengan pantai-pantai berpasir putih, air laut sejernih kristal, terumbu karang yang menakjubkan, serta keramahan penduduknya, Filipina menjadi salah satu destinasi favorit bagi para pencinta alam dan budaya. Negara ini terdiri dari lebih dari 7.000 pulau, yang berarti setiap tampilan selalu menimbulkan pengaIaman baru yang tak terlupakan.

Berikut adalah destinasi wisata terbaik HONDA138 yang bisa Anda kunjungi di Filipina, mulai dari keindahan alam, warisan budaya, hingga petualangan ekstrem yang menantang.

1. Boracay: Pulau Surga dengan Pasir Putih Mempesona

Pulau ini dikenal karena White Beach, sebuah pantai dengan pasir putih selembut tepung dan air laut yang biru jernih. Selain bersantai di tepi pantai, wisatawan bisa menikmati berbagai aktivitas seperti parasailing, scuba diving, snorkeling, hingga sunset cruise.

Setelah sempat ditutup sementara oleh pemerintah Filipina untuk rehabilitasi lingkungan, Boracay kini kembali dengan wajah yang lebih bersih, lebih hijau, dan lebih tertata. Pengunjung akan menemukan perpaduan sempurna antara kemewahan dan kealamian di pulau kecil ini.

2. Palawan: Keajaiban Alam Dunia

Jika ada tempat yang bisa disebut sebagai “permata tersembunyi” di Filipina, maka Palawan adalah jawabannya. Dikenal sebagai “The Last Frontier”, Palawan adalah rumah bagi keindahan alam yang luar biasa.

Di sini terdapat Puerto Princesa Subterranean River National Park, sebuah sungai bawah tanah sepanjang 8,2 km yang menjadi salah satu 7 Keajaiban Alam Dunia. Menyusuri sungai ini dengan perahu kecil akan membawa wisatawan ke dalam gua-gua alami yang dipenuhi stalaktit dan stalagmit yang indah.

Selain itu, jangan lewatkan kunjungan ke El Nido dan Coron, dua karya wisata dengan pemandangan laut dan tebing karst yang sangat indah untuk dilihat. Snorkeling dan island hopping menjadi aktivitas utama yang wajib dilakukan.

3. Cebu: Perpaduan Sejarah dan Wisata Bahari

Cebu adalah kota tertua di Filipina dan juga merupakan pusat sejarah serta kebudayaan. Di sinilah tempat pertama kalinya bangsa Spanyol mendarat dan membawa pengaruh besar terhadap budaya Filipina. Wisatawan bisa mengunjungi situs-situs bersejarah seperti Magellan’s Cross, Fort San Pedro, dan Basilica Minore del Santo Niño.

Di tempat Moalboal, Anda bisa menyelam dan melihat ribuan ikan sarden berenang membentuk formasi raksasa atau lebih  dikenal sebagai “sardine run.” Di Oslob, pengunjung juga dapat berenang bersama hiu paus yang jinak dan ramah.

4. Bohol: Pulau Seribu Keajaiban

Bohol dikenal sebagai rumah bagi Chocolate Hills, kumpulan lebih dari 1.000 bukit kecil berbentuk kerucut yang berubah warna menjadi cokelat saat musim kemarau. Fenomena geologi unik ini menjadi ikon dari provinsi Bohol.

Selain itu, Bohol juga terkenal dengan Tarsier Sanctuary, tempat perlindungan bagi tarsius — primata terkecil di dunia yang hanya ditemukan di Asia Tenggara. Wisatawan bisa melihat hewan mungil ini dari dekat tanpa mengganggu habitat alaminya.

Pantai-pantai di Panglao Island juga menawarkan pesona luar biasa, cocok bagi Anda yang ingin bersantai di suasana tenang dan jauh dari keramaian.

5. Siargao: Surga bagi Para Peselancar

Siargao, yang terletak di bagian timur FiIipina, merupakan destinasi yang sangat terkenaI di kalangan peselancar. Ombak di Cloud 9, spot surfing ikonik di pulau ini, dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Namun, Siargao tidak hanya tentang surfing. Pengunjung juga bisaa menikmati keindahan Iaguna biru di Sugba Lagoon, menyusuri gua-gua alami seperti Magpupungko Rock Pools, serta menjelajah pulau-pulau keciI dengan perahu tradisional. Keindahan alam yang masih sangat alami menjadikan Siargao sebagai destinasi yang cocok untuk mereka yang mencari kedamaian.

6. Manila: Kota Metropolitan Penuh Warna

Sebagai ibu kota Filipina, Manila menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari destinasi alam lainnya. Kota ini merupakan pusat utama ekonomi, peendidikan, dan kebudayaan. Di sini, wisatawan bisa mengunjungi lntramuros, kota tua yang dikelilingi benteng peninggalan kolonial Spanyol.

Museum, gereja tua, dan bangunan kolonial menjadi daya tarik utama di kawasan ini. Untuk pengalaman modern, wisatawan bisa mengeksplorasi pusat perbelanjaan seperti SM Mall of Asia, salah satu mal terbesar di Asia.

7. Baguio dan Banaue: Keindahan Pegunungan dan Budaya

Bagi yang ingin merasakan suasana pegunungan yang sejuk, Baguio City adalah tempat yang tepat. Dijuluki sebagai “Summer Capital of the Philippines”, Baguio terkenal dengan taman bunga, rumah adat khas Igorot, serta pasar malam yang meriah.

Tak jauh dari Ba guio, terdapat Banaue Rice Terraces, hamparan sawah bertingkat yang dibentuk oleh suku Ifugao lebih dari 2.000 tahun IaIu. Terasering ini tidak hanya menawarkan pemandangan yang menakjubkan, tapi juga merupakan warisan budaya yang diakui UNESCO.

Tips Berwisata ke Filipina

  1. Transportasi
    Perjalanan antar pulau bisa dilakukan dengan pesawat domestik, feri, atau perahu. 
  2. Bahasa
    Bahasa resmi adalah Filipino dan Inggris, sehingga memudahkan wisatawan internasional dalam berkomunikasi.
  3. Makanan Khas
    Jangan lewatkan kuliner khas seperti adobo, lechon, sinigang, dan halo-halo — makanan penutup khas Filipina yang menyegarkan.

MAKANAN KHAS KOREA UTARA

Ketika mendengar tentang Korea, kebanyakan orang langsung membayangkan Korea Selatan dengan deretan makanan ikonik seperti kimchi, bulgogi, atau tteokbokki. Namun, Korea Utara, meskipun kurang dikenal dunia, juga memiliki warisan kuliner tradisional yang kaya, meskipun diselimuti oleh kehidupan politik yang tertutup dan krisis ekonomi.

Di balik tirai besi yang menyelubungi Korea Utara, kuliner tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya. Makanan khas Korea Utara menyimpan rasa sejarah, adat istiadat, dan daya tahan rakyatnya yang luar biasa. Dalam artikel ini, kita akan menyelami dunia kuliner unik dari Korea Utara — dari menu tradisional kerajaan hingga hidangan rakyat sehari-hari.

1. Naengmyeon – Mie Dingin dari Pyongyang

Naengmyeon (냉면) atau mie dingin, adalah makanan paling terkenal dari Korea Utara. Makanan ini berasal dari Pyongyang dan menjadi ikon kuliner Korea Utara yang bahkan populer di Korea Selatan.

Naengmyeon terdiri dari:

  • Mie tipis berwarna cokelat keabu-abuan, terbuat dari soba atau buckwheat.
  • Kuah dingin berbasis kaldu daging sapi atau ayam, disajikan dalam kondisi es.

Rasanya segar, ringan, dan sedikit asam karena biasanya ditambahkan cuka dan mustard. Naengmyeon dulunya hanya disajikan pada musim dingin, tetapi kini bisa ditemukan HONDA138 sepanjang tahun.

2. Kimchi – Asam Pedas Penambah Nafsu Makan

Kimchi memang lebih dikenal sebagai makanan nasional Korea Selatan, tetapi Korea Utara juga memiliki versi khasnya sendiri.

Kimchi Korea Utara cenderung:

  • Kurang pedas karena penggunaan cabai lebih sedikit.
  • Lebih asam, karena proses fermentasinya lebih lama.

3. Injogogi – Daging Buatan dari Kedelai

Karena keterbatasan pasokan daging, banyak warga Korea Utara mengembangkan alternatif dari bahan nabati, salah satunya adalah injogogi — daging palsu yang terbuat dari kedelai yang difermentasi dan digulung dengan saus.

Injogogi sering disantap dengan nasi, mie, atau dimakan langsung sebagai cemilan berprotein. Meskipun sederhana, injogogi adalah simbol kreativitas rakyat menghadapi kekurangan bahan makanan.

4. Onban – Sup Kaya Rasa dari Kalangan Bangsawan

Onban adalah makanan tradisional Korea yang dulu disajikan untuk keluarga kerajaan. Di Korea Utara, Pyongyang Onban sangat populer dan dianggap sebagai sajian mewah.

Komposisi:

  • Nasi atau mie diletakkan di dasar mangkuk.
  • Kuah kaldu ayam disiramkan.
  • Ditambahkan dengan daging ayam rebus, jamur, irisan telur dadar, dan daun bawang.

Onban memiliki rasa gurih, hangat, dan sangat mengenyangkan. Di kalangan elit atau dalam acara kenegaraan, onban menjadi simbol kehangatan dan keramahan.

5. Tangogi – Daging Anjing

Di Korea Utara, konsumsi daging anjing (tangogi) masih dianggap biasa dan bahkan mewah. Makanan ini dimasak dalam bentuk sup pedas yang disebut bosintang, disajikan dengan daun bawang, bawang putih, dan rempah-rempah lokal.

Meski kontroversial di dunia internasional, di Korea Utara, hidangan ini masih populer terutama di musim dingin karena dipercaya menghangatkan tubuh dan menambah stamina.

Namun, pemikiran generasi muda mulai berubah seiring pengaruh globalisasi terbatas yang masuk lewat perbatasan China.


6. Kuksu – Mie Tradisional dari Hamhung

Hamhung, kota besar di timur laut Korea Utara, memiliki versi unik dari naengmyeon yang disebut Hamhung Kuksu

Berbeda dengan Pyongyang Naengmyeon yang lebih lembut dan dingin, Hamhung Kuksu lebih pedas dan tegas — mencerminkan perbedaan budaya antarwilayah di negara tersebut.

7. Tteok – Kue Beras Tradisional

Tteok atau kue beras juga populer di Korea Utara, meskipun tampilannya tidak semeriah di Korea Selatan. Kue ini terbuat dari:

  • Beras yang ditumbuk,
  • Dibentuk menjadi bulat atau pipih,
  • Diisi dengan pasta kacang merah, kacang tanah, atau wijen.

Tteok disajikan dalam upacara pernikahan, hari libur nasional, dan perayaan kelahiran. 

-Makanan Jalanan Sederhana

Di kota-kota seperti Pyongyang atau Chongjin, makanan jalanan mulai terlihat, meskipun secara resmi tidak diakui oleh pemerintah. Beberapa di antaranya:

  • Mandu (pangsit isi sayur/daging)
  • Kimbap versi lokal dengan bahan terbatas
  • Roti kukus isi sayuran (semacam bao)

Penjual kaki lima ini muncul karena sistem ekonomi pasar gelap yang tidak bisa dikendalikan sepenuhnya. Bagi warga, ini adalah cara bertahan hidup dan mencari nafkah.

-Hidangan Festival dan Upacara

Setiap acara besar seperti Hari ulang tahun Kim Il-sung (15 April) atau Hari Pembebasan (15 Agustus), rakyat Korea Utara menyantap makanan khusus, seperti:

  • Bibimbap versi lokal
  • Sup ikan
  • Daging panggang (jika tersedia)

Acara ini menjadi momen langka di mana keluarga bisa menikmati makanan lebih mewah dibandingkan hari biasa.

-Tantangan Gizi dan Ketahanan Pangan

Sayangnya, tidak semua warga Korea Utara bisa menikmati makanan dengan layak. Kelaparan dan kekurangan gizi masih menjadi masalah serius, terutama di daerah pedesaan. Banyak orang hanya makan dua kali sehari, dengan nasi jagung dan sup sayur sebagai menu utama.

Namun, dalam kondisi sulit pun, warga tetap menjaga tradisi kuliner mereka — seperti membuat kimchi, mengolah kedelai, atau berburu makanan liar.

Kesimpulan: Kuliner sebagai Cermin Daya Tahan Bangsa

Makanan khas Korea Utara tidak hanya soal rasa, tetapi juga cerita tentang sejarah, daya tahan, dan identitas nasional. Di tengah tekanan ekonomi dan keterbatasan bahan, rakyat Korea Utara tetap menjaga tradisi kuliner dengan cara mereka sendiri.

Naengmyeon, injogogi, onban, hingga tteok adalah bukti bahwa meskipun negara ini tertutup dari dunia, warisan kulinernya tetap hidup dan berharga. Kuliner menjadi salah satu jendela yang bisa menghubungkan dunia luar dengan kehidupan rakyat di dalam — memberi kita gambaran lebih manusiawi di balik berita politik yang seringkali penuh ketegangan.

MENGENAL BUDAYA KOREA UTARA

Kebudayaan Korea Utara: Tradisi, Ideologi, dan Identitas dalam Negara Tertutup

Korea Utara atau Democratic People’s Republic of Korea (DPRK) bukan hanya terkenal karena sistem pemerintahannya yang otoriter dan kebijakan luar negeri yang kontroversial. Di balik tirai besi yang membatasi interaksi mereka dengan dunia luar, Korea Utara memiliki kebudayaan yang unik, kuat, dan berbeda dari negara mana pun di dunia.

Kebudayaan di Korea Utara bukan hanya soal seni atau tradisi, tapi juga alat untuk mempertahankan ideologi negara. Sistem nilai, kesenian, pakaian, pendidikan, dan gaya hidup masyarakat seluruhnya dibentuk, diawasi, dan diarahkan oleh negara untuk membangun identitas nasional yang kokoh dan loyal terhadap pemimpin.

Artikel ini akan membahas beragam aspek kebudayaan Korea Utara, mulai dari sejarah budaya, seni tradisional dan modern, peran pemimpin dalam budaya, hingga kehidupan sehari-hari rakyatnya.

±¹¸³±¹¾Ç¿ø Á¤¾Ç´ÜÀÌ µé·ÁÁÖ´Â ÃëŸ (¼­¿ï=¿¬ÇÕ´º½º) ÀÌÀçÈñ ±âÀÚ = 25ÀÏ ¼­¿ï ¼­Ãʱ¸ ±¹¸³±¹¾Ç¿ø Á¤¾Ç´Ü ¿¬½À½Ç¿¡¼­ ¿­¸° Çà¾Ç°ú º¸ÇãÀÚ °ø¿¬ Á¦ÀÛ¹ßǥȸ¿¡¼­ Á¤¾Ç´Ü¿øµéÀÌ °ø¿¬ ÀϺθ¦ ½Ã¿¬Çϰí ÀÖ´Ù. ÀÌ °ø¿¬Àº ´ÙÀ½ ´Þ 13Àϰú 14ÀÏ ÀÌÆ² °£ ¿­¸°´Ù. 2025.2.25 scape@yna.co.kr/2025-02-25 12:28:47/

1. Akar Sejarah dan Tradisi Budaya

Korea Utara mewarisi tradisi budaya dari kerajaan-kerajaan Korea kuno seperti Goguryeo, Joseon, dan Goryeo. Dalam sistem kerajaan tersebut, berkembang banyak kesenian seperti:

  • Musik tradisional (gugak)
  • Tari-tarian istana
  • Kaligrafi Korea (seoye)
  • Seni bela diri seperti taekkyeon

Namun setelah terpisah dari Korea Selatan pasca Perang Dunia II, budaya Korea Utara mulai dibentuk ulang dengan ideologi komunis dan Juche. Tradisi lama tetap dipertahankan, tetapi disesuaikan dengan nilai-nilai sosialisme, patriotisme, dan pemujaan terhadap pemimpin.

2. Ideologi Juche sebagai Pondasi Budaya

Ideologi paling utama HONDA138 negara ini adalah Juche, yang maksudnya “berdiri di atas kaki sendiri”. Falsafah ini bukan hanya sistem politik, tapi menjadi dasar setiap aspek kehidupan dan budaya di Korea Utara.

Semua karya seni, musik, drama, film, dan sastra wajib menanamkan nilai-nilai seperti:

  • Cinta tanah air
  • Semangat kolektif dan kemandirian

Kebudayaan di tempatkan untuk membentuk warga negara yang setia, produktif, dan siap membela negara. Oleh karena itu, pemerintah mengontrol ketat setiap ekspresi budaya, memastikan semuanya sesuai dengan nilai ideologis.

3. Musik dan Tarian: Antara Tradisi dan Propaganda

Musik di Korea Utara terbagi menjadi dua jenis utama: musik tradisional dan musik revolusioner.

Musik tradisional tetap diajarkan dan dilestarikan, termasuk instrumen seperti:

  • Gayageum (kecapi)
  • Janggu (gendang berbentuk jam pasir)
  • Piri (seruling bambu)

Namun yang lebih dominan adalah musik revolusioner, yaitu lagu-lagu yang memuji para pemimpin dan menanamkan semangat nasionalisme. Contoh lagu populer:

  • “Song of General Kim Il-sung”
  • “We Will Follow You Only”
  • “Let’s Defend Socialism”

Tarian juga memainkan peran penting. Tari massal (mass dance) sering dilakukan oleh ribuan siswa secara serempak di lapangan publik untuk merayakan ulang tahun pemimpin atau hari kemerdekaan.

4. Arsitektur sebagai Cerminan Ideologi

Bangunan dan tata kota di Korea Utara dirancang untuk mencerminkan kekuatan negara dan pemimpinnya. Pyongyang, ibu kota negara, dipenuhi monumen besar, patung para pemimpin, dan gedung-gedung dengan gaya arsitektur brutalist atau fungsional.

Contoh landmark budaya:

  • Menara Juche: simbol ideologi Juche.
  • Bangunan Mansudae: patung raksasa Kiim Il-ssung dan Kim Jong-il.
  • Istana Matahari Kumsusan: makam pemimpin yang menjadi tempat ziarah nasional.

Bangunan tersebut bukan hanya tempat fisik, tapi juga bagian dari pendidikan budaya yang membentuk mental rakyat.

5. Pakaian Tradisional dan Seragam Sosialis

Pakaian tradisional Korea Utara disebut hanbok, mirip dengan versi Korea Selatan namun lebih sederhana dalam warna dan desain. Hanbok dikenakan pada perayaan nasional, upacara pernikahan, dan acara resmi lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, warga menggunakan pakaian seragam kerja atau sekolah. Pemerintah menganjurkan keseragaman agar tidak ada kesenjangan kelas. Bahkan, gaya rambut pun dibatasi, dengan daftar model rambut yang telah disetujui negara.

6. Pendidikan dan Pembentukan Karakter Budaya

Pendidikan di Korea Utara sangat ideologis. Sejak usia dini, anak-anak diajarkan sejarah pemimpin, pengorbanan revolusioner, dan pentingnya setia terhadap partai. Kurikulum mencakup:

  • Pelajaran sejarah revolusi Kim Il-sung dan Kim Jong-il
  • Lagu-lagu perjuangan
  • Pelatihan militer dasar

Anak-anak juga dibiasakan mengikuti kegiatan budaya kolektif seperti latihan paduan suara, tari massal, dan menulis puisi tentang pemimpin.

Dengan demikian, budaya Korea Utara adalah budaya yang ditanamkan sejak kecil dan diulang terus-menerus dalam kehidupan masyarakat.

7. Film, Teater, dan Sastra sebagai Alat Propaganda

Industri film Korea Utara dijalankan oleh negara. Tema utama film selalu sama:

  • Keberanian tentara Korea Utara
  • Kesetiaan terhadap pemimpin
  • Kebusukan kapitalisme dan musuh luar

Film seperti The Flower Girl atau Pulgasari (film monster ala Godzilla versi Korea Utara) menjadi terkenal di dalam negeri. Uniknya, beberapa film juga dibuat dengan teknik tinggi karena pemerintah menculik sutradara dari luar negeri untuk mengembangkan perfilman mereka.

Penulis negara membuat karya dengan tema perjuangan rakyat dan semangat revolusioner.

8. Perayaan Budaya dan Hari Besar Nasional

Hari-hari penting di Korea Utara selalu dirayakan dengan pertunjukan budaya besar-besaran. Beberapa di antaranya:

  • Hari Matahari (15 April): ulang tahun Kim Il-sung
  • Hari Bintang Terang (16 Februari): hari lahir nya Kim Jong-il
  • Hari Kemerdekaan (15 Agustus)

Pada hari-hari ini, seluruh rakyat ikut serta dalam parade budaya, nyanyian massal, kembang api, dan penampilan seni besar seperti pertunjukan Mass Games yang melibatkan puluhan ribu peserta.

9. Agama dan Spiritualitas dalam Budaya Korea Utara

Secara resmi, Korea Utara adalah negara ateis, dan agama dianggap bertentangan dengan ideologi negara. Meskipun ada beberapa tempat ibadah yang ditampilkan kepada turis sebagai simbol “kebebasan beragama”, praktik agama sangat dibatasi.

10. Budaya Sehari-Hari: Disiplin dan Kolektivitas

Budaya hidup sehari-hari di Korea Utara sangat diatur:

  • Warga bangun pagi dengan lagu revolusioner dari pengeras suara.
  • Mereka bekerja dalam sistem kolektif, termasuk bertani, belajar, dan berdiskusi ideologi.
  • Waktu luang diisi dengan aktivitas budaya yang disponsori pemerintah, seperti pertunjukan seni atau belajar kelompok.

lndividu diajarkan untuk mendahulukan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi. Gaya hidup minimalis, disiplin, dan setia pada partai adalah bagian dari budaya kolektif yang kuat.

Kesimpulan: Kebudayaan dalam Bayang-Bayang Kontrol dan Ketahanan

Kebudayaan Korea Utara mencerminkan perpaduan antara tradisi kuno Korea dan kontrol ideologis modern. Budaya tidak hanya berfungsi sebagai warisan sejarah, tetapi juga sebagai alat negara untuk mempertahankan kekuasaan dan membentuk masyarakat yang loyal, disiplin, dan homogen.

Namun, di balik ketatnya kontrol, kita juga melihat ketahanan budaya rakyat, yang masih mempertahankan kesenian, musik, dan nilai-nilai kolektif yang membentuk jati diri mereka sebagai bangsa.